Senin, 19 Januari 2015

PENGERTIAN SILOGISME

Pengertian Silogisme
Silogisme adalah jenis penalaran deduksi secara tidak langsung. Silogisme merupakan penemuan terbesar dari ahli filsafat terkenal, Aristoteles. Dalam pengertian umum, silogisme adalah suatu argument deduktif yang terdiri dari dua premis dan satu kesimpulan. Silogisme adalah setiap penyimpulan tidak langsung, yang dari dua proposisi (premis-premis) disimpulkan suatu proposisi baru (kesimpulan). Premis yang pertama disebut premis umum (premis mayor) dan premis yang kedua disebut premis khusus (premis minor). Kesimpulan itu berhubungan erat sekali dengan premis-premis yang ada. Jika premis-premisnya benar maka kesimpulannya juga benar.

Dalam penerapannya, ada tiga jenis silogisme, yaitu silogisme kategoris, silogisme hipotesis, dan silogisme alternatif. Silogisme kategoris adalah silogisme yang terdiri dari tiga proposisi (premis) kategoris. Contoh silogisme kategoris:
  • Semua barang Elektronik membutuhkan tenaga listrik (premis mayor)
  • Laptop adalah salah satu barang elektronik (premis minor)
  • Jadi, Jadi laptop membutuhkan tenaga listrik (kesimpulan)
Silogisme hipotesis adalah silogisme yang premis mayornya berupa keputusan hipotesis dan premis minornya merupakan pernyataan kategoris. Contoh silogisme hipotesis:
  • Jika saya bangun lebih pagi saya akan berolahraga(premis mayor)
  • Hari ini saya bangun kesiangan (premis minor)
  • Maka, saya tidak berolahraga (kesimpulan).
Silogisme alternatif adalah silogisme yang premis mayornya premis alternatif, premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya, dan kesimpulannya menolak alternatif yang lain. Contoh silogisme alternatif:
  • Ayah pulang mengendarai mobil atau mengendarai motor  (premis mayor)
  • Ayah pulang membawa mobil (premis minor)
  • Berarti, ayah tidak mengendarai motor (kesimpulan)
Sumber : http://www.pengertianahli.com/2014/07/pengertian-silogisme-contoh-silogisme.html#_


Tidak ada komentar:

Posting Komentar