Pengertian Silogisme
Silogisme adalah jenis penalaran deduksi secara tidak langsung. Silogisme merupakan
penemuan terbesar dari ahli filsafat terkenal, Aristoteles. Dalam pengertian umum,
silogisme adalah suatu argument deduktif yang terdiri dari dua premis dan satu
kesimpulan. Silogisme adalah setiap penyimpulan tidak langsung, yang dari dua
proposisi (premis-premis) disimpulkan suatu proposisi baru (kesimpulan). Premis
yang pertama disebut premis umum (premis mayor) dan premis yang kedua disebut
premis khusus (premis minor). Kesimpulan itu berhubungan erat sekali dengan
premis-premis yang ada. Jika premis-premisnya benar maka kesimpulannya juga
benar.
Dalam penerapannya, ada tiga jenis silogisme, yaitu
silogisme kategoris, silogisme hipotesis, dan silogisme alternatif. Silogisme
kategoris adalah silogisme yang terdiri dari tiga proposisi (premis) kategoris. Contoh
silogisme kategoris:
- Semua
barang Elektronik membutuhkan tenaga listrik (premis mayor)
- Laptop
adalah salah satu barang elektronik (premis minor)
- Jadi, Jadi
laptop membutuhkan tenaga listrik (kesimpulan)
Silogisme hipotesis adalah silogisme yang premis mayornya
berupa keputusan hipotesis dan premis minornya merupakan pernyataan kategoris. Contoh
silogisme hipotesis:
- Jika saya bangun lebih pagi
saya akan berolahraga(premis mayor)
- Hari ini saya bangun kesiangan
(premis minor)
- Maka, saya tidak berolahraga
(kesimpulan).
Silogisme alternatif adalah silogisme yang premis mayornya
premis alternatif, premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya, dan
kesimpulannya menolak alternatif yang lain. Contoh silogisme
alternatif:
- Ayah
pulang mengendarai mobil atau mengendarai motor (premis mayor)
- Ayah
pulang membawa mobil (premis minor)
- Berarti, ayah
tidak mengendarai motor (kesimpulan)
Sumber :
http://www.pengertianahli.com/2014/07/pengertian-silogisme-contoh-silogisme.html#_
Tidak ada komentar:
Posting Komentar