Senin, 02 November 2015

BASIS TEORI ETIKA BESERTA CONTOH



1.      Basis Teori Etika
1.      Etika Teologi
Berasal dari kata yunani. Telos berarti tujuan. Mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang mau dicapai atau berdasarkan akibat dari tindakan tersebut. Aliran etika teologi terbagi menjadi dua, yaitu :
a)      Egoisme Etis
Inti pandangan egoisme adalah bahwa tindakan dari setiap orang pada dasarnya untuk mengejar tujuan pribadi dan memajukan dirinya sendiri. Egoisme ini baru menjadi serius ketika ia cenderung menjadi hedonistis, yaitu kebahagiaan dan kepentingan pribadi diterjemahkan semata-mata sebagai kenikmatan fisik yang bersifat vulgar.
Contoh :
David adalah seorang juragan burung yang kaya raya, setiap dia melihat burung yang bagus pada seseorang, ia selalu menawarkan burung tersebut dengan paksa, walaupun burung itu tidak di jual oleh pemiliknya, David tetap memaksa untuk membelinya dengan segala cara.
b)      Utilitarianisme
Menurut teori ini suatu perbuatan adalah baik jika membawa manfaat, tapi manfaat itu harus menyangkut bukan saja satu dua orang melainkan masyarakat sebagai keseluruhan. Prinsip dasar utilitarianisme adalah :
a. Manfaat terbesar bagi jumlah orang terbesar diterapkan pada perbuatan
b. Aturan membatasi diri pada justifikasi aturan-aturan moral
          Contoh :
Dwi adalah seorang ahli reparasi komputer. Dalam usahanya dia tidak sekedar memperbaiki komputer pelanggannya saja, dia juga memberikan tips dan trik kepada pelanggannya, sehingga pelanggannya pun mendapatkan ilmu tentang komputer. Jadi pelanggannya mungkin suatu saat nanti dapat memperbaiki komputernya sendiri.
2.      Deontology
Istilah deontology berasal dari kata yunani yaitu deon yang berarti kewajiban. Yang menjadi dasar baik buruknya perbuatan adalah kewajiban. Ada tiga prinsip yang harus di penuhi :
1. Supaya tindakan punya nilai moral, tindakan ini harus di jalankan berdasarkan kewajiban
2. Nilai moral dari tindakan ini tidak tergantung tercapainya tujuan dari tindakan itu tergantung pada kemauan baik yang mendorong sesorang untuk melakukan tindakan itu, berarti kalaupun tujuan tidak tercapai tindakan itu sudah dinilai baik.
3. Sebagai konsekuensi dari kedua prinsip tersebut, kewajiban adalah hal yang niscaya dari tindakan yang dilakukan berdasarkan sikap hormat pada hokum moral universal.
     Contoh :
Benga memiliki seorang istri yang sedang mengandung, karena dia memiliki rasa tanggung jawab yang besar, Benga pun mencari 2 pekerjaan karena 1 pekerjaan saja tidak cukup untuk membiayai rumah sakit. Walaupun benga mendapatkan pekerjaan yang tidak sesuai dengan kemampuannya, ia tetap mengambil pekerjaan tersebut.
3.      Teori Hak
Teori hak merupakan suatu aspek dari teori deontology, karena berkaitan dengan kewajiban. Hak dan kewajiban bagaikan dua sisi uang logam yang sama. Karena itu hak sangat cocok dengan suasana pemikiran demokratis.
Contoh :
Babay Seorang pegawai restaurant mempunyaik kewajibannya untuk melayani para pelanggannya karena profesinya sebagai pelayan. Di mata para pelanggan setia restaurant tersebut, babay adalah pelayan terbaik di restaurant tersebut, suatu ketika di dalam pengawasan manajer restaurant tersebut, kinerja Babay memang dinilai sangat baik, maka Babay berhak mendapatkan bonus gaji.
4.      Teori Keutamaan (Virtue)
Keutamaan bisa didefenisikan sebagai disposisi watak yang telah diperoleh seseorang dan memungkinkan dia untuk bertingkah laku baik secara moral.
Contoh :
Maya merupakan sosok yang sangat disukai oleh keluarga dan teman-temannya karena dia memiliki sifat yang bijaksana, suka menolong orang, memiliki tanggung jawab, dan jujur. Sehingga orang-orang pun segan untuk menjauhi dirinya.
Sumber :
http://dinaeldianapurba.blogspot.co.id/2013/09/pengertianprinsip-prinsip-dan-basis.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar