1. Basis
Teori Etika
1. Etika
Teologi
Berasal
dari kata yunani. Telos berarti tujuan. Mengukur baik buruknya suatu tindakan
berdasarkan tujuan yang mau dicapai atau berdasarkan akibat dari tindakan
tersebut. Aliran etika teologi terbagi menjadi dua, yaitu :
a) Egoisme
Etis
Inti
pandangan egoisme adalah bahwa tindakan dari setiap orang pada dasarnya untuk
mengejar tujuan pribadi dan memajukan dirinya sendiri. Egoisme ini baru menjadi
serius ketika ia cenderung menjadi hedonistis, yaitu kebahagiaan dan kepentingan
pribadi diterjemahkan semata-mata sebagai kenikmatan fisik yang bersifat vulgar.
Contoh
:
David
adalah seorang juragan burung yang kaya raya, setiap dia melihat burung yang
bagus pada seseorang, ia selalu menawarkan burung tersebut dengan paksa,
walaupun burung itu tidak di jual oleh pemiliknya, David tetap memaksa untuk
membelinya dengan segala cara.
b) Utilitarianisme
Menurut
teori ini suatu perbuatan adalah baik jika membawa manfaat, tapi manfaat itu
harus menyangkut bukan saja satu dua orang melainkan masyarakat sebagai keseluruhan.
Prinsip dasar utilitarianisme adalah :
a. Manfaat terbesar
bagi jumlah orang terbesar diterapkan pada perbuatan
b. Aturan membatasi
diri pada justifikasi aturan-aturan moral
Contoh :
Dwi
adalah seorang ahli reparasi komputer. Dalam usahanya dia tidak sekedar
memperbaiki komputer pelanggannya saja, dia juga memberikan tips dan trik
kepada pelanggannya, sehingga pelanggannya pun mendapatkan ilmu tentang
komputer. Jadi pelanggannya mungkin suatu saat nanti dapat memperbaiki
komputernya sendiri.
2. Deontology
Istilah
deontology berasal dari kata yunani yaitu deon yang berarti kewajiban. Yang
menjadi dasar baik buruknya perbuatan adalah kewajiban. Ada tiga prinsip yang
harus di penuhi :
1. Supaya tindakan
punya nilai moral, tindakan ini harus di jalankan berdasarkan kewajiban
2. Nilai moral dari
tindakan ini tidak tergantung tercapainya tujuan dari tindakan itu tergantung pada
kemauan baik yang mendorong sesorang untuk melakukan tindakan itu, berarti
kalaupun tujuan tidak tercapai tindakan itu sudah dinilai baik.
3. Sebagai konsekuensi
dari kedua prinsip tersebut, kewajiban adalah hal yang niscaya dari tindakan yang
dilakukan berdasarkan sikap hormat pada hokum moral universal.
Contoh :
Benga
memiliki seorang istri yang sedang mengandung, karena dia memiliki rasa
tanggung jawab yang besar, Benga pun mencari 2 pekerjaan karena 1 pekerjaan
saja tidak cukup untuk membiayai rumah sakit. Walaupun benga mendapatkan
pekerjaan yang tidak sesuai dengan kemampuannya, ia tetap mengambil pekerjaan
tersebut.
3. Teori
Hak
Teori hak merupakan suatu aspek dari teori
deontology, karena berkaitan dengan kewajiban. Hak dan kewajiban bagaikan dua
sisi uang logam yang sama. Karena itu hak sangat cocok dengan suasana pemikiran
demokratis.
Contoh :
Babay Seorang pegawai restaurant mempunyaik
kewajibannya untuk melayani para pelanggannya karena profesinya sebagai
pelayan. Di mata para pelanggan setia restaurant tersebut, babay adalah pelayan
terbaik di restaurant tersebut, suatu ketika di dalam pengawasan manajer
restaurant tersebut, kinerja Babay memang dinilai sangat baik, maka Babay berhak
mendapatkan bonus gaji.
4. Teori
Keutamaan (Virtue)
Keutamaan bisa didefenisikan sebagai disposisi watak
yang telah diperoleh seseorang dan memungkinkan dia untuk bertingkah laku baik secara
moral.
Contoh :
Maya merupakan sosok yang sangat disukai oleh
keluarga dan teman-temannya karena dia memiliki sifat yang bijaksana, suka
menolong orang, memiliki tanggung jawab, dan jujur. Sehingga orang-orang pun
segan untuk menjauhi dirinya.
Sumber
:
http://dinaeldianapurba.blogspot.co.id/2013/09/pengertianprinsip-prinsip-dan-basis.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar